SYARI’A ECONOMY
TRAINING
“PEMUDA SEBAGAI TONGGAK KEMAJUAN PEREKONOMIAN
ISLAM”
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI
SWASTAMANDIRI SURAKARTA
SWASTAMANDIRI SURAKARTA
2 0 1 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan
ekonomi Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terkahir ini, baik pada tataran
teoritis-konseptual (sebagai wacana akademik) maupun pada tataran praktis
(khususnya di lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank), sangat
pesat. Perkembangan ini tentu saja sangat menggembirakan, karena merupakan
cerminan dari semakin meningkatnya kesadaran umat Islam dalam menjalankan
syariat Islam.
Hal
ini konsekuensi dari pemahaman bahwa ekonomi Islam bukan hanya sekedar
konsepsi. Ia merupakan hasil suatu proses transformasi nilai-nilai Islam yang
membentuk kerangka serta perangkat kelembagaan dan pranata ekonomi yang hidup
dan berproses dalam kehidupan masyarakat. Adanya konsep pemikiran dan
organisasi-organisasi yang dibentuk atas nama sistem ini sudah tentu bisa
dinilai sebagai model dan awal pertumbuhannya.
Berbicara
kemajuan tentu sangat bergantung dengan pelopor yang menjadi tonggak utama
terhadap suatu perubahan tersebut. Kemajuan juga tak lepas dari tangan yang
memegang peran penting sehingga suatu kemajuan itu dapat tercipta. Dalam
sejarah peradaban bangsa, pemuda adalah aset yang mahal dan tak ternilai
harganya. Kemajuan maupun keburukan juga sangat bergantung oleh pemuda yang
menjadi tokoh utama dalam peranannya dalam melakukan suatu perubahan. Mengapa
pemuda sering di sebut – sebut dalam suatu perubahan? Sebab kaum muda memiliki
potensi yang bisa di harapkan. Pemuda memiliki semangat yang sulit dipadamkan.
Terlebih jika semangat bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan
melalui tindakan. Maka akan terciptalah suatu perubahan.
Sejarah
bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para pemuda. Melalui para
pemuda, bangsa ini mampu melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan bangsa
asing. Mulai dari zaman sebelum pergerakan nasional dimulai atau saat
perjuangan masih bersifat kedaerahaan sampai saat detik-detik proklamasi, para
pemuda memiliki kontribusi yang tidak sedikit untuk kemerdekaan Indonesia.
Mulai dari mereka yang memiliki kemampuan intelektualitas dan berjuang di jalur
diplomasi, sampai mereka yang hanya bermodalkan semangat “merdeka atau mati”
dan terjun langsung ke medan perang, memberikan kontribusi yang sangat besar
demi kemerdekaan Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, saya susun beberapa rumusan masalah berikut ;
a. Apa
definisi peran pemuda?
b. Apa
saja peran generasi pemuda muslim bagi perkembangan ekonomi Islam?
1.3 Metode
Penyusunan paper ini
melalui studi pustaka dan melalui sumber-sumber lain.
1.4 Tujuan
Untuk mengetahui dan
memberikan informasi mengenai peran pemuda muslim bagi perkembangan ekonomi
islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Peran Pemuda
Para pemuda pada
setiap umat, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan
dinamisasi. Dikarenakan dia mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang
terus menerus.
Pertanyaannya,
mengapa selalu pemuda yang menjadi tonggak kehidupan islam? Mengapa selalu pemuda yang di sorot untuk
sebuah perubahan? Mengapa selalu pemuda yang menjadi pasukan terdepan dalam
suatu kemajuan? Jawaban yang sederhana ialah karena kita adalah orang – orang
yang terpilih. Dari sekitar 5 milyar penduduk bumi, kurang lebih hanya satu
mulyar yang memelukislam. Dan dari satu milyar itu hanya sebagaian saja yang
berkecimpung sebagai generasi pembaharu kemajuan islam. Diantaranya mahasiswa
dan pelajar yang sadar akan pentingnya kepedulian untuk kemajuan islam. Tidak
lebih dari sepuluh persen. Hanya lima persen dari total jumlah mahasiswa dan
pelajar muslim. Suatu ironi yang sangat bertentang dengan keadaan sebenarnya.
Orang – orang yang sedikit ini seharusnya tidak lepas tangan terhadap peran
pentingnya kepada masyarakat. Terutama untuk kemajuan islam yang lebih baik.
Baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya islam yang mampu mendongkrak
islam di mata dunia.
Mahasiswa adalah
bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat
peran-peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam
momentum-momentum besar yang terjadi di negeri ini. Dari zaman perjuangan
kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting
bersama pergerakannya yang tak kenal henti.
B. Peran Generasi Pemuda Muslim Bagi
Perekonomian Islam
Demikian keadaan
dan peran golongan pemuda dalam masyarakat. Kiprah mereka telah terukir indah
dalam tinta emas sejarah. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu
kehidupan. Terlebih kelompok pemuda, karena, selain diharapkan oleh umat,
peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masarakat lainnya sebagai
pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai “pemuda” memang
menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi sebesar-besarnya. Tidak
heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh
gerakan pemuda. Sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam
memperjuangkan Islam – yang akhirnya berhasil menguasai lebih dari dua pertiga
belahan bumi – adalah para pemuda yang menjadi murid (mahasiswa) Rasulullah
SAW.
Masa muda
merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan
jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang
besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi
terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda. Pemikiran kritis mereka sangat
didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya, mereka adalah agen
perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman
dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan
proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di
pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda
sekarang ini.
Sebagai pemuda,
mereka memiliki karakter yang positif, antara lain idealis dan energik. Idealis
berari mereka para pemuda masih belum terkontaminasi oleh kepentingan pribadi, dan
juga tdk terbebani oleh berat sejarah atau beban posisi.
Ada ulama yang
menyatakan bahwa seorang pemuda mempunyai tiga peran, yakni:
1) Sebagai
generasi penerus. Menggantikan orang – orang yang sudah
rusak karakternya dan berpegang teguh pada islam untuk mewujudkan suatu
perubahan
2) Sebagai
generasi berikutnya. Melajutkan nilai- ilai ajaran
murni islam terhadap perkembangan masa dalam kemajuan islam.
3) Sebagai
agen pembaharu. Memperbaiki kerusakan yang ada yng
menghambat kemajuan islam di masa yang akan datang.
Selain tiga faktor peran penting pemuda di atas
ialah islam. Islam merupakan ideologi yang memberikan nilai besar bagi
kehidupan ummat di jagad raya. Hal ini di mungkinkan karena karakter islam
mewarnai seluruh aspek kehidupan dan mengatur seluruh rakyat.islam bukan hanya
merupakan pola tetapi juga merupakan sesuatu hal yang mempengaruhi emosi,
pemikiran, perasaan dan fisik.
Berislamnya sesorang akan akan melahirkan suatu totalitas dalam menjalani
fitrah manusia untuk mewujudkan suatu perubahan.
Dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan
negara, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan
sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang
strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran
strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam
kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila
dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan
berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis,
keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.
Tanggungjawab itulah yang berusaha diwujudkan oleh
pemuda islam Indonesia untuk mewujudkan islam yang jaya dan Indonesia yang
sejahtera. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan
kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:
1) Pemuda
sebagai inisiator persatuan umat islam
2) Pemuda
sebagai pembaharu media
3) Pemuda
sebagai pengusaha berbasiskan syariah
Dalam islam,
pekerjaan yang paling mulia adalah berdagang. karena perdagangan merupakan
suatu transaksi jual beli ataupun serah terima barang dagangan tanpa adanya
keterkaitan setelah terjadinya proses transaksi berlangsung. Hal ini berarti
peluang besar pemuda islam adalah sebagai pedagang. Ataupun sering di sebut
sebagai pengusaha muslim.
Seorang
pengusaha muslim tentunya akan berpengaru besar terhadap perkembangan islam
menuju kemajuan yang lebih baik. Sebagai fasilitatosr atau penyedia prasarana
terhadap kebutuhan – kebutuhan yang mendongkrak kemajuan islam. Menata sumber
daya pemuda yang efektif dan efisien. Mengembangakn kultur keorganisasian
kepemudaan islam yang sehat dan demokratis. Sehingga dalam hal ini akan
tercipta suatu koordinasi yang baik antar pemuda pembaharu yang satu dengan
yang lainnya.
Membangkitkan
partisipasi masyarakat islami dalam membangun pemuda yang mempunya Character
Building. Sebuah karakter yang terstruktur yang memiliki ciri khas dengan yang
lainnya. Menyediakan infrastrukutur pemberdayaan pemuda islam yang memadai. Guna
sebagai tempat pelatihan dan training dalam mendidik pemuda islam menjadi
pengusaha – pengusaha muda muslim yang memiliki wawasan dan turut
berpartisipasi dalam perkembangan islam yang di masa yang akan datang.
Dan yang paling
utama bagi mereka, pemuda penerus bangsa adalah sebagai motivator. Motivator
yang memberikan motivasi, sharing ilmu dan pengalaman yang berharga untuk
mengajak mereka berbondong – bondong maju untuk merubah dunia. Untuk merubah
islam lebih maju.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah, peran
pemuda sangat diperlukan dalam mengawal kemajuan ekonomi Islam. Kita tahu bahwa
memiliki banyak kelebihan pemuda dibandingkan orang tua, baik dalam kekuatan
fisik maupun kekuatan berfikir. Dalam hal pemikiran, pemuda lebih aktif dan
kritis dibandingkan orang-orang tua karena semua syarafnya masih berfungsi
secara optimal.
Pemuda sebagai agent
of change (pelaku perubahan) dituntut untuk dapat memberikan perubahan
yang positif bagi lingkungannya. Dalam hal ini, mahasiswa harus mampu
menunjukkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi angka
kemiskinan. Pemikiran lama yaitu tugas memasyarakatkan ekonomi Islam hanya
tugas para ahli ekonomi dan praktisi ekonomi Islam harus ditinggalkan. Pemuda
juga berkewajiban dalam memasyarakatkan ekonomi Islam.
Dengan
begitu segala bentuk penyimpangan-penyimpangan akan lebih cepat terdeteksi dan
diperbaiki. Dengan stamina yang dimiliki, mobilitas pemuda lebih mendukung
perkembangan ekonomi Islam daripada kalangan sepuh. Apalagi pemuda Indonesia
telah dicatat oleh sejarah sebagai pemuda yang responsible.
Jadi,
pemuda itu memiliki tiga faktor penting, yang pertama adalah sebagai
generasi penerus. Mengapa dikatakan sebagai generasi penerus? Karena
sudah menjadi tugas kita para pemuda untuk menggantikan peran orang-orang yang
telah rusak karakternya, akan tetapi dengan berpegang teguh kepada Islam, kita
harus bertekad untuk mewujudkan suatu perubahan.
Dan
peran pemuda yang kedua adalah sebagai generasi berikutnya. Disini kita
dituntut untuk dapat melanjutkan nilai-nilai ekonomi islam terhadap
perkembangan perekonomian di masa sekarang ini. Jangan sampai kita terpengaruh
akan nilai-nilai liberalisme dan sekularisme dari dunia barat. Jadi tetaplah
berpegang teguh pada Islam.
Dan
peran pemuda yang ketiga adalah sebagai agen pembaharu. Pembaharu
disini berarti kita membaharui sistem yang telah ada. Dengan kata lain kita
melalukan evolusi akan tetapi bukan revolusi. Dengan begitu kita mampu
memperbaiki kerusakan-kerusakan yang menghambat Islam di masa yang akan datang.
Untuk
membangun umat dan mengupayakan kembali kejayaan Islam, pemuda muslim yang akan
mengambil peranan tersebut. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral
diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak
pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta
ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol
sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran
atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan
sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi
dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas
publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Tanggungjawab
itulah yang berusaha diwujudkan oleh pemuda islam Indonesia untuk mewujudkan
islam yang jaya dan Indonesia yang sejahtera. Banyak sekali peran pemuda dalam
membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam
membangun Islam antara lain:
1) Pemuda
sebagai inisiator persatuan umat islam
2) Pemuda
sebagai pembaharu media
3) Pemuda
sebagai pengusaha berbasiskan syariah
Optimisme dalam
membangun suatu bangsa harus terus tertanamkan dalam jiwa-jiwa anak muda dan
seluruh penduduk indonesia. Meskipun baru sedikit, namun ini akan bernilai
positif dan berdampat sangat besar. Ungkapan yang demikian sama halnya ketika
kita belajar filsafat, “pada awalnya adalah sebuah biji yang kecil, hingga
akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi pohon rindang yang besar dan kuat”.
Seperti halnya cita-cita bangsa ini, walaupun saat ini masih sebatas cita-cita,
namun dibalik cita-cita tersebut terkandung potensi yang sangat besar untuk
berkembang dan tumbuh semakin kuat.
Pemuda muslim harus
senantiasa mengikuti perasaan dan semangatnya serta berjalan sesuai dengan
jalan dan hidayah Tuhan-Nya atas arahan para ulama’, para pakar yang mempunyai
ilmu luas, dan hasil dari pengalaman yang bermanfaat. Sehingga mengikuti jalan
sesuai dengan nasehatnya, bekerja atas musyawarah darinya. Diharapkan hal itu
lebih banyak bermanfaat untuk umat dan agamanya. Hal itu lebih terjaga dari
propaganda membelokkan risalah kebenaran yang ditujukan kepada para pemuda dan
(dapat) menyebarkan cahaya (kebenaran) di muka bumi, hingga akhirnya
pembangunan manusia akan terwujud dan pada gilirannya kemakmuran dan
kesejahteraan suatu bangsa akan terealisasi.
Harapannya melalui tri
fungsi dan peran utama pemuda sebagai penggerak dan inisiator sebuah
masyarakat, bangsa, dan negara mampu merelalisasikan cita-cita luhur para
founding father negara ini. Melalui proses mentoring dengan pendekatan
nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ,
EQ). Semoga ini generasi islam Indonesia menjadi tumpuan awal dalam membentuk
generasi mudah yang unggul, berguna bagi nusa dan bangsa. (kh)
DAFTAR PUSTAKA
Imawan, Arip. 2013.
“Pemuda Dan Ekonomi Syari’ah”. (Diakses : October 13th 2015) http://aripimawan.com/
Yarsyad,
Yaman. 2010. “Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Islam” (Diakses Pada :
13 Oktober 2015) http://yamanyarsyad.blogspot.co.id/
Dodita.
“Potensi Pemuda Dalam Masyarakat”. (Diakses
: Pada 13 Oktober 2015). https://doditirtayasas.wordpress.com/
Ahmadi,
Zaenal. 2010. “Peran Dan Tanggung jawab Mahasiswa Muslim Dalam Problematika
Peradaban”. (Diakses : Pada 13 Oktober 2015) http://zaenalahmad.blogspot.co.id/
Khoiri, Moh. 2014.
“Pemuda Islam Indonesia Sebagai Tonggak Pengembangan Dan Kemajuan Suatu
Masyarakat dan Bangsa”. (Diakses tanggal 13 Oktober 2015) http://www.kompasiana.com/
Sasmito,
Abdullah Hadi. 2011. “Peran Pemuda Dalam Peradaban Islam Di Ruang Lingkup
Sekolahan” (Diakses : Pada 13 oktober 2015) http://peranpemudaislam.blogspot.co.id/

0 komentar:
Posting Komentar