Rabu, 14 Oktober 2015

PAPER FOR SET

Diposting oleh Unknown di Seoul 06.05
SYARI’A ECONOMY TRAINING

“PEMUDA SEBAGAI TONGGAK KEMAJUAN PEREKONOMIAN ISLAM”






SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
SWASTAMANDIRI SURAKARTA
2 0 1 5



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terkahir ini, baik pada tataran teoritis-konseptual (sebagai wacana akademik) maupun pada tataran praktis (khususnya di lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank), sangat pesat. Perkembangan ini tentu saja sangat menggembirakan, karena merupakan cerminan dari semakin meningkatnya kesadaran umat Islam dalam menjalankan syariat Islam.
Hal ini konsekuensi dari pemahaman bahwa ekonomi Islam bukan hanya sekedar konsepsi. Ia merupakan hasil suatu proses transformasi nilai-nilai Islam yang membentuk kerangka serta perangkat kelembagaan dan pranata ekonomi yang hidup dan berproses dalam kehidupan masyarakat. Adanya konsep pemikiran dan organisasi-organisasi yang dibentuk atas nama sistem ini sudah tentu bisa dinilai sebagai model dan awal pertumbuhannya.
Berbicara kemajuan tentu sangat bergantung dengan pelopor yang menjadi tonggak utama terhadap suatu perubahan tersebut. Kemajuan juga tak lepas dari tangan yang memegang peran penting sehingga suatu kemajuan itu dapat tercipta. Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda adalah aset yang mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan maupun keburukan juga sangat bergantung oleh pemuda yang menjadi tokoh utama dalam peranannya dalam melakukan suatu perubahan. Mengapa pemuda sering di sebut – sebut dalam suatu perubahan? Sebab kaum muda memiliki potensi yang bisa di harapkan. Pemuda memiliki semangat yang sulit dipadamkan. Terlebih jika semangat bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan melalui tindakan. Maka akan terciptalah suatu perubahan.
Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para pemuda. Melalui para pemuda, bangsa ini mampu melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan bangsa asing. Mulai dari zaman sebelum pergerakan nasional dimulai atau saat perjuangan masih bersifat kedaerahaan sampai saat detik-detik proklamasi, para pemuda memiliki kontribusi yang tidak sedikit untuk kemerdekaan Indonesia. Mulai dari mereka yang memiliki kemampuan intelektualitas dan berjuang di jalur diplomasi, sampai mereka yang hanya bermodalkan semangat “merdeka atau mati” dan terjun langsung ke medan perang, memberikan kontribusi yang sangat besar demi kemerdekaan Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, saya susun beberapa rumusan masalah berikut ;
              a.     Apa definisi peran pemuda?
             b.     Apa saja peran generasi pemuda muslim bagi perkembangan ekonomi Islam?

1.3  Metode
Penyusunan paper ini melalui studi pustaka dan melalui sumber-sumber lain.

1.4  Tujuan
Untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai peran pemuda muslim bagi perkembangan ekonomi islam.


BAB II
PEMBAHASAN

A.       Definisi Peran Pemuda
Para pemuda pada setiap umat, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Dikarenakan dia mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus menerus.
Pertanyaannya, mengapa selalu pemuda yang menjadi tonggak kehidupan islam?  Mengapa selalu pemuda yang di sorot untuk sebuah perubahan? Mengapa selalu pemuda yang menjadi pasukan terdepan dalam suatu kemajuan? Jawaban yang sederhana ialah karena kita adalah orang – orang yang terpilih. Dari sekitar 5 milyar penduduk bumi, kurang lebih hanya satu mulyar yang memelukislam. Dan dari satu milyar itu hanya sebagaian saja yang berkecimpung sebagai generasi pembaharu kemajuan islam. Diantaranya mahasiswa dan pelajar yang sadar akan pentingnya kepedulian untuk kemajuan islam. Tidak lebih dari sepuluh persen. Hanya lima persen dari total jumlah mahasiswa dan pelajar muslim. Suatu ironi yang sangat bertentang dengan keadaan sebenarnya. Orang – orang yang sedikit ini seharusnya tidak lepas tangan terhadap peran pentingnya kepada masyarakat. Terutama untuk kemajuan islam yang lebih baik. Baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya islam yang mampu mendongkrak islam di mata dunia.
Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran-peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeri ini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti.

B.       Peran Generasi Pemuda Muslim Bagi Perekonomian Islam
Demikian keadaan dan peran golongan pemuda dalam masyarakat. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan. Terlebih kelompok pemuda, karena, selain diharapkan oleh umat, peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masarakat lainnya sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai “pemuda” memang menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi sebesar-besarnya. Tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh gerakan pemuda. Sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam – yang akhirnya berhasil menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi – adalah para pemuda yang menjadi murid (mahasiswa) Rasulullah SAW.
Masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda. Pemikiran kritis mereka sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang ini.
Sebagai pemuda, mereka memiliki karakter yang positif, antara lain idealis dan energik. Idealis berari mereka para pemuda masih belum terkontaminasi oleh kepentingan pribadi, dan juga tdk terbebani oleh berat sejarah atau beban posisi.
Ada ulama yang menyatakan bahwa seorang pemuda mempunyai tiga peran, yakni:
1)      Sebagai generasi penerus. Menggantikan orang – orang yang sudah rusak karakternya dan berpegang teguh pada islam untuk mewujudkan suatu perubahan
2)      Sebagai generasi berikutnya. Melajutkan nilai- ilai ajaran murni islam terhadap perkembangan masa dalam kemajuan islam.
3)      Sebagai agen pembaharu. Memperbaiki kerusakan yang ada yng menghambat kemajuan islam di masa yang akan datang.
Selain tiga faktor peran penting pemuda di atas ialah islam. Islam merupakan ideologi yang memberikan nilai besar bagi kehidupan ummat di jagad raya. Hal ini di mungkinkan karena karakter islam mewarnai seluruh aspek kehidupan dan mengatur seluruh rakyat.islam bukan hanya merupakan pola tetapi juga merupakan sesuatu hal yang mempengaruhi emosi, pemikiran,  perasaan dan fisik. Berislamnya sesorang akan akan melahirkan suatu totalitas dalam menjalani fitrah manusia untuk mewujudkan suatu perubahan.
Dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.
Tanggungjawab itulah yang berusaha diwujudkan oleh pemuda islam Indonesia untuk mewujudkan islam yang jaya dan Indonesia yang sejahtera. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:
1)      Pemuda sebagai inisiator persatuan umat islam
2)      Pemuda sebagai pembaharu media
3)      Pemuda sebagai pengusaha berbasiskan syariah
Dalam islam, pekerjaan yang paling mulia adalah berdagang. karena perdagangan merupakan suatu transaksi jual beli ataupun serah terima barang dagangan tanpa adanya keterkaitan setelah terjadinya proses transaksi berlangsung. Hal ini berarti peluang besar pemuda islam adalah sebagai pedagang. Ataupun sering di sebut sebagai pengusaha muslim.
Seorang pengusaha muslim tentunya akan berpengaru besar terhadap perkembangan islam menuju kemajuan yang lebih baik. Sebagai fasilitatosr atau penyedia prasarana terhadap kebutuhan – kebutuhan yang mendongkrak kemajuan islam. Menata sumber daya pemuda yang efektif dan efisien. Mengembangakn kultur keorganisasian kepemudaan islam yang sehat dan demokratis. Sehingga dalam hal ini akan tercipta suatu koordinasi yang baik antar pemuda pembaharu yang satu dengan yang lainnya.
Membangkitkan partisipasi masyarakat islami dalam membangun pemuda yang mempunya Character Building. Sebuah karakter yang terstruktur yang memiliki ciri khas dengan yang lainnya. Menyediakan infrastrukutur pemberdayaan pemuda islam yang memadai. Guna sebagai tempat pelatihan dan training dalam mendidik pemuda islam menjadi pengusaha – pengusaha muda muslim yang memiliki wawasan dan turut berpartisipasi dalam perkembangan islam yang di masa yang akan datang.
Dan yang paling utama bagi mereka, pemuda penerus bangsa adalah sebagai motivator. Motivator yang memberikan motivasi, sharing ilmu dan pengalaman yang berharga untuk mengajak mereka berbondong – bondong maju untuk merubah dunia. Untuk merubah islam lebih maju.


BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah, peran pemuda sangat diperlukan dalam mengawal kemajuan ekonomi Islam. Kita tahu bahwa memiliki banyak kelebihan pemuda dibandingkan orang tua, baik dalam kekuatan fisik maupun kekuatan berfikir. Dalam hal pemikiran, pemuda lebih aktif dan kritis dibandingkan orang-orang tua karena semua syarafnya masih berfungsi secara optimal.
Pemuda sebagai agent of change (pelaku perubahan) dituntut untuk dapat memberikan perubahan yang positif bagi lingkungannya. Dalam hal ini, mahasiswa harus mampu menunjukkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi angka kemiskinan. Pemikiran lama yaitu tugas memasyarakatkan ekonomi Islam hanya tugas para ahli ekonomi dan praktisi ekonomi Islam harus ditinggalkan. Pemuda juga berkewajiban dalam memasyarakatkan ekonomi Islam.
Dengan begitu segala bentuk penyimpangan-penyimpangan akan lebih cepat terdeteksi dan diperbaiki. Dengan stamina yang dimiliki, mobilitas pemuda lebih mendukung perkembangan ekonomi Islam daripada kalangan sepuh. Apalagi pemuda Indonesia telah dicatat oleh sejarah sebagai pemuda yang responsible.
Jadi, pemuda itu memiliki tiga faktor penting, yang pertama adalah sebagai generasi penerus. Mengapa dikatakan sebagai generasi penerus? Karena sudah menjadi tugas kita para pemuda untuk menggantikan peran orang-orang yang telah rusak karakternya, akan tetapi dengan berpegang teguh kepada Islam, kita harus bertekad untuk mewujudkan suatu perubahan.
Dan peran pemuda yang kedua adalah sebagai generasi berikutnya. Disini kita dituntut untuk dapat melanjutkan nilai-nilai ekonomi islam terhadap perkembangan perekonomian di masa sekarang ini. Jangan sampai kita terpengaruh akan nilai-nilai liberalisme dan sekularisme dari dunia barat. Jadi tetaplah berpegang teguh pada Islam.
Dan peran pemuda yang ketiga adalah sebagai agen pembaharu. Pembaharu disini berarti kita membaharui sistem yang telah ada. Dengan kata lain kita melalukan evolusi akan tetapi bukan revolusi. Dengan begitu kita mampu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang menghambat Islam di masa yang akan datang.
Untuk membangun umat dan mengupayakan kembali kejayaan Islam, pemuda muslim yang akan mengambil peranan tersebut. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Tanggungjawab itulah yang berusaha diwujudkan oleh pemuda islam Indonesia untuk mewujudkan islam yang jaya dan Indonesia yang sejahtera. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:
1)      Pemuda sebagai inisiator persatuan umat islam
2)      Pemuda sebagai pembaharu media
3)      Pemuda sebagai pengusaha berbasiskan syariah
Optimisme dalam membangun suatu bangsa harus terus tertanamkan dalam jiwa-jiwa anak muda dan seluruh penduduk indonesia. Meskipun baru sedikit, namun ini akan bernilai positif dan berdampat sangat besar. Ungkapan yang demikian sama halnya ketika kita belajar filsafat, “pada awalnya adalah sebuah biji yang kecil, hingga akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi pohon rindang yang besar dan kuat”. Seperti halnya cita-cita bangsa ini, walaupun saat ini masih sebatas cita-cita, namun dibalik cita-cita tersebut terkandung potensi yang sangat besar untuk berkembang dan tumbuh semakin kuat.
Pemuda muslim harus senantiasa mengikuti perasaan dan semangatnya serta berjalan sesuai dengan jalan dan hidayah Tuhan-Nya atas arahan para ulama’, para pakar yang mempunyai ilmu luas, dan hasil dari pengalaman yang bermanfaat. Sehingga mengikuti jalan sesuai dengan nasehatnya, bekerja atas musyawarah darinya. Diharapkan hal itu lebih banyak bermanfaat untuk umat dan agamanya. Hal itu lebih terjaga dari propaganda membelokkan risalah kebenaran yang ditujukan kepada para pemuda dan (dapat) menyebarkan cahaya (kebenaran) di muka bumi, hingga akhirnya pembangunan manusia akan terwujud dan pada gilirannya kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa akan terealisasi.
Harapannya melalui tri fungsi dan peran utama pemuda sebagai penggerak dan inisiator sebuah masyarakat, bangsa, dan negara mampu merelalisasikan cita-cita luhur para founding father negara ini. Melalui proses mentoring dengan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ). Semoga ini generasi islam Indonesia menjadi tumpuan awal dalam membentuk generasi mudah yang unggul, berguna bagi nusa dan bangsa. (kh)




DAFTAR PUSTAKA

Imawan, Arip. 2013. “Pemuda Dan Ekonomi Syari’ah”. (Diakses : October 13th 2015) http://aripimawan.com/
Yarsyad, Yaman. 2010. “Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Islam” (Diakses Pada : 13 Oktober 2015) http://yamanyarsyad.blogspot.co.id/

Dodita. “Potensi Pemuda Dalam Masyarakat”. (Diakses  : Pada 13 Oktober 2015). https://doditirtayasas.wordpress.com/

Ahmadi, Zaenal. 2010. “Peran Dan Tanggung jawab Mahasiswa Muslim Dalam Problematika Peradaban”. (Diakses : Pada 13 Oktober 2015) http://zaenalahmad.blogspot.co.id/

Khoiri, Moh. 2014. “Pemuda Islam Indonesia Sebagai Tonggak Pengembangan Dan Kemajuan Suatu Masyarakat dan Bangsa”. (Diakses tanggal 13 Oktober 2015) http://www.kompasiana.com/  

Sasmito, Abdullah Hadi. 2011. “Peran Pemuda Dalam Peradaban Islam Di Ruang Lingkup Sekolahan” (Diakses : Pada 13 oktober 2015) http://peranpemudaislam.blogspot.co.id/  

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aulia Angelo Hannabikko Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea